Polda Sulteng Siapkan 12,2 Hektare Lahan Bawang Putih, Penanaman Utama Dijadwalkan Oktober-November

SIGI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah mendorong pengembangan komoditas bawang putih sebagai bagian dari program percepatan swasembada pangan nasional. Penanaman simbolis dilakukan di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Rabu (19/8/2026).

Penanaman tersebut dilakukan langsung Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Nasri Sulaeman bersama Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae. Kegiatan turut dihadiri Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, unsur Forkopimda serta instansi terkait.

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol. Dr. Sirajuddin Ramly mengatakan, pengembangan bawang putih di Sulteng difokuskan pada tiga daerah yang dinilai memiliki kondisi geografis sesuai, yakni Kabupaten Sigi, Poso dan Parigi Moutong.

Menurutnya, bawang putih memiliki karakteristik budidaya berbeda dengan bawang merah karena membutuhkan kondisi geografis tertentu, terutama wilayah dataran tinggi dengan ketinggian ideal sekitar 600 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Untuk mendukung program tersebut, Polda Sulteng bersama pihak terkait telah menyiapkan lahan di tiga kabupaten dengan total luas sekitar 12,2 hektare.

Di Kabupaten Sigi, lahan yang disiapkan tersebar di beberapa lokasi, yakni sekitar 1,2 hektare di Desa Oloboju, dua hektare di lokasi lainnya di Desa Oloboju, 1,2 hektare di Desa Makmur, Kecamatan Palolo, serta sekitar 5.000 meter persegi di Desa Bulupontu Jaya. Berdasarkan data Polda Sulteng, total luasan lahan di Sigi sekitar 4,95 hektare.

Sementara di Kabupaten Poso, lahan yang telah disiapkan mencapai sekitar lima hektare. Sedangkan di Kabupaten Parigi Moutong terdapat sekitar 2,25 hektare lahan untuk pengembangan bawang putih.

Sirajuddin menjelaskan, penanaman yang dilakukan pada tahap awal masih bersifat simbolis. Penanaman secara keseluruhan belum dapat dilakukan karena masih menghadapi sejumlah kendala, terutama ketersediaan bibit dan kondisi cuaca.

Saat ini, Sulawesi Tengah juga menghadapi periode El Nino yang berdampak terhadap ketersediaan air. Padahal, tanaman bawang putih membutuhkan pasokan air yang cukup selama masa pertumbuhan.

“Kalau dipaksakan, kami khawatir terjadi kegagalan panen. Tanaman bawang putih membutuhkan air yang cukup besar, sementara saat ini pasokan air sangat terbatas,” ujar Sirajuddin.

Polda Sulteng telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan yang akan ditanami. Namun, sumber air dari kawasan pegunungan saat ini juga dimanfaatkan masyarakat secara bergiliran sehingga pasokannya masih terbatas.

Selain persoalan air, ketersediaan bibit menjadi pertimbangan dalam menentukan waktu penanaman. Karena itu, penanaman utama direncanakan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.

Sirajuddin berharap pada periode tersebut kondisi cuaca lebih mendukung dan pasokan bibit dari pemerintah pusat telah mencukupi sehingga penanaman dapat dilakukan secara lebih optimal dan serentak di tiga kabupaten.

Program pengembangan bawang putih tersebut merupakan bagian dari dukungan Polda Sulawesi Tengah terhadap percepatan swasembada pangan, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif di daerah yang memiliki kondisi geografis sesuai untuk komoditas tersebut.

Dengan kesiapan lahan, dukungan pemerintah daerah serta koordinasi dengan instansi terkait, pengembangan bawang putih di Sulteng diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional.



News Line
( Berita )Diskominfo Sigi Naik Tipe A, Resmi Berubah Jadi Dinas K.. ( Berita )Pemkab Sigi Tata Struktur OPD, Sejumlah Dinas Alami Per.. ( Berita )DPRD Sigi Setujui Ranperda Perubahan Susunan Perangkat .. ( Berita )Pemkab Sigi Segera Bentuk Satgas TB, Targetkan Penangan.. ( Berita )Cetak Sawah Baru di Sigi Capai 301 Hektare, Target 800 ..