Pemkab Sigi Siapkan Lahan 8 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi memastikan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026. Selain menuntaskan kesiapan administrasi, Pemkab Sigi juga mengupayakan penambahan lahan pembangunan dari enam menjadi delapan hektare untuk mendukung kelengkapan fasilitas sekolah.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan, dari sisi pemerintah daerah, persyaratan administrasi dan ketersediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat telah diselesaikan. Saat ini, Pemkab Sigi masih menunggu proses lanjutan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk tahapan tender pembangunan.

“Secara administrasi dan masalah ketersediaan lahan, kalau untuk kami dari Sigi sudah selesai, sudah final. Tinggal sekarang kami menunggu proses dari pemerintah pusat,” kata Rizal usai Pembukaan Pameran Karya Seni, Tour E-Sekolah sekaligus Open House Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Sentra Nipotowe Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (10/8/2026).

Menurut Rizal, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, proses tender pembangunan ditargetkan paling lambat Oktober 2026. Pemerintah daerah berharap pembangunan gedung permanen tersebut dapat segera dimulai dan diselesaikan sebelum penerimaan siswa baru pada 2027.

Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat berada di Desa Pombewe. Kementerian Pekerjaan Umum sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung dan menyatakan lokasi tersebut layak untuk pembangunan.

“Insyaallah dengan target yang diberikan, kami punya harapan tahun depan pada penerimaan siswa baru, sekolah itu sudah selesai,” ujarnya.

Selain memastikan pembangunan gedung, Pemkab Sigi juga mengupayakan penambahan lahan dari enam menjadi delapan hektare. Tambahan dua hektare tersebut disiapkan untuk mendukung pembangunan fasilitas olahraga berupa stadion.

Rizal menjelaskan, pada awalnya pemerintah daerah diminta menyediakan lahan seluas 10 hektare. Namun, karena kondisi lahan yang terpisah, pemerintah kemudian menyiapkan enam hektare. Dalam perkembangan berikutnya, Pemkab Sigi menemukan tambahan lahan seluas dua hektare yang berada dalam satu hamparan sehingga luas keseluruhan dapat mencapai delapan hektare.

“Kalau tambah lagi dua hektare jadi delapan hektare, akan ada sarana olahraga berupa stadion. Maka saya upayakan,” katanya.

Pemkab Sigi selanjutnya berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk memastikan lahan tambahan tersebut dapat digunakan. Pemerintah daerah juga mengupayakan revisi sertifikat lahan yang sebelumnya telah diterbitkan untuk luas enam hektare menjadi delapan hektare.

Rencana pengembangan Sekolah Rakyat tersebut disiapkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan dalam skala yang cukup besar. Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi diproyeksikan mampu menampung sekitar 2.160 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Bupati Sigi mengatakan penerimaan siswa akan mengacu pada kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2. Karena tidak melalui tes akademik, pemerintah daerah akan melakukan pemeriksaan dan pendataan untuk memastikan calon siswa yang masuk dalam kelompok sasaran tersebut teridentifikasi secara tepat.

Dengan kapasitas yang besar serta dukungan fasilitas pendidikan dan olahraga, Pemkab Sigi berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih memadai bagi anak-anak dari keluarga sasaran program.

Jika pembangunan gedung permanen terealisasi sesuai target, kegiatan Sekolah Rakyat yang saat ini masih berlangsung di lokasi sementara diharapkan dapat dipindahkan ke kompleks sekolah permanen mulai tahun ajaran 2027.



News Line
( Berita )Diskominfo Sigi Naik Tipe A, Resmi Berubah Jadi Dinas K.. ( Berita )Pemkab Sigi Tata Struktur OPD, Sejumlah Dinas Alami Per.. ( Berita )DPRD Sigi Setujui Ranperda Perubahan Susunan Perangkat .. ( Berita )Pemkab Sigi Segera Bentuk Satgas TB, Targetkan Penangan.. ( Berita )Cetak Sawah Baru di Sigi Capai 301 Hektare, Target 800 ..