SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mulai membenahi sarana prasarana dan infrastruktur pendukung di kawasan wisata Danau Lindu guna meningkatkan kualitas pelaksanaan Festival Danau Lindu (FDL) ke depan.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, mengatakan sejumlah catatan evaluasi menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya terkait fasilitas umum dan rekayasa arus lalu lintas selama festival berlangsung.
“Memang ada beberapa catatan evaluasi, terutama menyangkut sarana prasarana dan pengaturan lalu lintas di kawasan Lindu,” ujarnya saat ditemui di Bora, Sigi, Senin.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat pembenahan infrastruktur pendukung, termasuk rencana pembangunan jalur alternatif menuju kawasan Danau Lindu.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk membuka jalan alternatif di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) yang berada di luar kawasan Taman Nasional Lore Lindu,” katanya.
Selain akses jalan, peningkatan fasilitas dasar juga menjadi prioritas, khususnya ketersediaan toilet umum bagi pengunjung.
“Saya sudah menginstruksikan kepada Dinas PUPR untuk menambah fasilitas MCK atau toilet, baik untuk laki-laki maupun perempuan, minimal 10 unit,” ucapnya.
Pemerintah daerah juga mengevaluasi penataan lokasi parkir yang dinilai masih belum optimal saat pelaksanaan festival.
“Ke depan, lokasi parkir akan dipusatkan di satu area dengan memanfaatkan lahan yang lebih luas di Kecamatan Lindu,” tambahnya.
Festival Danau Lindu 2026 sebelumnya mencatat capaian positif dengan jumlah pengunjung sekitar 42 ribu orang serta perputaran ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp2 miliar.





