Hari Ketiga Pascagempa Sigi: 8.586 Warga Terdampak, Ancaman Banjir Bandang Diwaspadai

SIGI – Penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Sigi masih terus berlangsung. Memasuki hari ketiga masa tanggap darurat, pemerintah daerah mulai memetakan kondisi secara lebih rinci, sekaligus mempercepat distribusi bantuan kepada warga terdampak.

Perkembangan terbaru disampaikan Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, yang dipercaya memimpin Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana. Ia menegaskan, pemerintah akan rutin memberikan informasi kepada publik agar kondisi di lapangan tetap terpantau secara terbuka.

Berdasarkan pendataan sementara, jumlah warga terdampak mencapai 8.586 jiwa atau 2.762 kepala keluarga. Selain itu, tercatat 125 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Kerusakan bangunan juga cukup signifikan. Sedikitnya 2.319 rumah dilaporkan terdampak, dengan 219 unit mengalami kerusakan sedang dan 134 unit rusak berat. Di luar itu, sejumlah fasilitas umum turut mengalami kerusakan, seperti kantor pemerintahan, sarana usaha, jaringan air bersih, hingga fasilitas kesehatan.

Aktivitas gempa susulan pun masih terjadi. Hingga saat ini, tercatat 949 kali gempa susulan di wilayah sekitar Sesar Palolo dan Nokilalaki, dengan 35 di antaranya sempat dirasakan masyarakat. Meski demikian, kekuatannya cenderung melemah.

“Kekuatan gempa terus menurun. Hari ini yang terbesar hanya sekitar magnitudo 3,4,” ujar Samuel.

Di tengah upaya penanganan, pemerintah juga menemukan potensi ancaman baru di wilayah Nokilalaki, tepatnya di kawasan Gunung Kamarora. Hasil pemantauan udara menunjukkan adanya beberapa kubangan air yang terbentuk akibat longsoran yang menutup aliran sungai.

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi bendungan alami yang bisa jebol sewaktu-waktu dan memicu banjir bandang. Untuk itu, tim gabungan dijadwalkan melakukan pengecekan langsung guna menentukan langkah penanganan yang aman.

“Tim akan turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya, lalu kita putuskan langkah terbaik,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong percepatan penyaluran bantuan. Aparat desa diminta aktif memperbarui data warga terdampak agar bantuan bisa tepat sasaran. Warga yang belum menerima bantuan juga diminta segera melapor.

Terkait kebutuhan tenda, pemerintah memastikan seluruh warga terdampak akan mendapatkannya, meski proses distribusi dilakukan secara bertahap karena kendala jarak dan akses.

Setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah akan mengevaluasi kondisi secara menyeluruh untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk penyediaan hunian sementara bagi warga dengan rumah rusak berat.

Samuel juga mengingatkan pentingnya kejujuran dalam proses pendataan. Ia menegaskan bahwa data akan diverifikasi, sehingga masyarakat diminta tidak mengklaim sebagai korban jika tidak terdampak.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu, dan terus mendoakan agar kondisi segera pulih.

“Semoga situasi cepat membaik dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” tutupnya.



News Line
( Berita )Diskominfo Sigi Naik Tipe A, Resmi Berubah Jadi Dinas K.. ( Berita )Pemkab Sigi Tata Struktur OPD, Sejumlah Dinas Alami Per.. ( Berita )DPRD Sigi Setujui Ranperda Perubahan Susunan Perangkat .. ( Berita )Pemkab Sigi Segera Bentuk Satgas TB, Targetkan Penangan.. ( Berita )Cetak Sawah Baru di Sigi Capai 301 Hektare, Target 800 ..