SIGI – Memasuki hari keenam pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi masih berupaya pulih dari dampak bencana.
Kecamatan Palolo dan Nokilalaki tercatat sebagai wilayah yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, serta berbagai organisasi telah mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak, mencakup logistik, perlengkapan darurat, dan kebutuhan dasar.
Namun demikian, sebagian warga mengaku belum menerima bantuan. Keluhan tersebut disampaikan oleh warga Dusun 02 RT 002, Desa Tongoa, Kecamatan Palolo.
Warga setempat menyebutkan hingga hari keenam pascagempa, wilayah mereka belum mendapatkan bantuan, baik berupa logistik maupun kebutuhan darurat lainnya. Mereka juga menilai akses menuju dusun tersebut tidak mengalami kendala berarti karena masih dapat dilalui kendaraan roda empat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sigi sekaligus Komandan Satuan Tugas Penanganan Bencana, Samuel Yansen Pongi, menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan melalui mekanisme berjenjang.
Menurutnya, penyaluran bantuan dimulai dari pendataan di tingkat desa melalui posko desa yang dipimpin kepala desa bersama perangkatnya. Data tersebut kemudian diteruskan ke posko kecamatan dan selanjutnya ke Posko Induk Satgas Penanganan Bencana Kabupaten Sigi.
Ia menegaskan mekanisme tersebut merupakan prosedur standar operasional (SOP) untuk memastikan bantuan tersalurkan secara merata dan tepat sasaran.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat yang belum menerima bantuan agar segera melapor ke posko desa setempat. Selain itu, masyarakat dapat berkoordinasi langsung dengan Posko Induk di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sigi di Desa Maku.
Sementara itu, warga berharap pemerintah dapat segera melakukan pendataan ulang dan memastikan distribusi bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak, termasuk Dusun 02 Desa Tongoa.





