SIGI – Memasuki hari kelima masa tanggap darurat pascagempa bumi, jumlah warga terdampak di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tercatat mencapai 8.586 jiwa atau 2.762 kepala keluarga.
Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Kabupaten Sigi per Sabtu (20/6/2026) juga mencatat sebanyak 2.319 bangunan mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi sejak 16 Juni 2026.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengatakan wilayah dengan dampak terparah berada di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki.
Selain kerusakan bangunan, gempa juga mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Hingga hari kelima, tercatat tiga orang meninggal dunia, sementara korban luka ringan sebanyak 108 orang dan luka berat 17 orang, sehingga total korban luka mencapai 125 orang.
Kerusakan bangunan meliputi rumah warga dan fasilitas umum yang tersebar di sejumlah desa terdampak. Fasilitas umum yang rusak terdiri atas 16 kantor pemerintahan, 16 masjid, 63 gereja, 31 sekolah, delapan lokasi UMKM, sembilan jaringan air bersih, enam puskesmas, satu usaha penggilingan padi, satu gedung pertemuan, serta dua rumah adat.
Sementara itu, aktivitas kegempaan masih terus berlangsung. Hingga pukul 06.15 Wita, tercatat sebanyak 1.038 kali gempa susulan mengguncang wilayah Kabupaten Sigi.
Di tengah proses penanganan, bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, hingga relawan terus berdatangan ke wilayah terdampak.
Kunjungan Kepala BNPB ke sejumlah lokasi di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat dalam percepatan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Sigi mengimbau seluruh relawan, donatur, maupun lembaga yang hendak menyalurkan bantuan agar berkoordinasi melalui posko yang telah ditetapkan, yakni di Desa Maku, Kantor Camat Palolo, dan Kantor Camat Nokilalaki.
Menurut Rizal, koordinasi diperlukan agar distribusi bantuan tepat sasaran dan tidak menumpuk di satu lokasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendataan yang akurat dengan menetapkan batas akhir pengumpulan data kerusakan dari seluruh kepala desa pada Minggu (21/6/2026) pukul 14.00 Wita.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan solidaritas dalam penanganan bencana ini,” ujarnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (*)





