SIGI – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu malam (13/6/2026) di Kabupaten Sigi dalam suasana khidmat.
Acara penutupan dihadiri unsur Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, Forkopimda, anggota DPRD, tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, dewan hakim, para peserta, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca, menghafal, memahami, dan menafsirkan Al-Qur’an, tetapi juga merupakan ruang peradaban yang menumbuhkan serta menguatkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan masyarakat.
“Pada malam yang penuh berkah ini, kita tidak sekadar menutup rangkaian perlombaan, tetapi juga meneguhkan kembali hubungan antara umat dengan kitab sucinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa seni Al-Qur’ani memiliki karakter khas karena tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga memuat nilai etika dan moral. Tilawah, kaligrafi Islam, arsitektur masjid, hingga tradisi menghafal Al-Qur’an menjadi bagian dari ekspresi seni yang menghubungkan manusia dengan nilai kebenaran, kebaikan, dan kemuliaan akhlak.
Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak semata diukur dari jumlah medali atau peringkat juara, melainkan sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an semakin hidup dalam keluarga, lembaga pendidikan, rumah ibadah, ruang publik, dan seluruh aspek kehidupan masyarakat.
“Juara sejati bukan hanya mereka yang tampil terbaik di atas panggung, tetapi mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sepanjang hayat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada para peserta berprestasi yang akan mewakili Sulawesi Tengah pada MTQ Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada September 2026.
Kepada peserta yang belum meraih juara, ia berpesan agar tetap semangat dalam menuntut ilmu dan menjaga Al-Qur’an, karena proses belajar dan pengabdian dalam syiar Islam memiliki nilai yang jauh melampaui penghargaan duniawi.
Ia turut menyampaikan penghargaan kepada dewan hakim yang telah menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Seluruh proses penilaian, kata dia, dilakukan secara objektif berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan.
Selain itu, ia mengajak seluruh peserta dan official untuk menyikapi hasil perlombaan dengan sikap dewasa serta menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah. Kritik dan masukan diharapkan disampaikan melalui mekanisme yang santun dan konstruktif demi peningkatan kualitas MTQ di masa mendatang.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungan terhadap syiar Al-Qur’an, yang dinilai sebagai investasi sosial dan kultural dalam memperkuat fondasi moral masyarakat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sigi yang dinilai sukses menjadi tuan rumah.
“Kabupaten Sigi tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga tuan hati bagi para tamu. Keramahan dan kebanggaan masyarakatnya akan menjadi kenangan indah bagi seluruh peserta,” ungkapnya.
Penutupan MTQ XXXI berlangsung penuh khidmat dan menandai berakhirnya rangkaian syiar Al-Qur’an tingkat provinsi. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat budaya Qurani serta mendorong terwujudnya masyarakat Sulawesi Tengah yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.





