Pasca Gempa Sigi, 550 KK Terdampak: Pemerintah Genjot Bantuan dan Asesmen Kerusakan

SIGI, - Komitmen pemerintah dalam menangani dampak gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi kembali ditegaskan melalui kunjungan langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid ke sejumlah wilayah terdampak, Rabu siang, (17/6/2026) waktu setempat. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae dan Wakil Bupati, Samuel Yansen Pongi, bersama Pangdam XXIII/Palaka Wira, Kapolda Sulawesi Tengah, perwakilan BNPB Pusat, Danrem 132/Tadulako, jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, anggota DPRD Kabupaten Sigi serta unsur pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya. Peninjauan dilakukan di dua kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Nokilalaki dan Kecamatan Palolo, untuk memastikan kondisi masyarakat pasca gempa sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai kebutuhan mendesak yang diperlukan warga.

Rombongan pertama kali mengunjungi lima desa terdampak di Kecamatan Nokilalaki, yaitu Desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, Desa Kamarora A dan Desa Kamarora B. Di lokasi tersebut, Gubernur bersama rombongan melakukan dialog dan rapat koordinasi dengan para kepala desa guna memperoleh gambaran riil kondisi masyarakat di lapangan. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, sejumlah kebutuhan mendesak yang disampaikan warga meliputi air bersih, tenda darurat atau terpal, selimut, obat-obatan, kebutuhan bayi dan anak-anak, serta bantuan logistik bagi keluarga terdampak.

Kebutuhan air bersih menjadi perhatian utama karena beberapa sumber mata air yang selama ini digunakan masyarakat tertutup material longsor akibat gempa bumi. Kondisi itu menyebabkan warga kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. "Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Kebutuhan paling mendesak yang disampaikan masyarakat adalah tenda karena masih banyak warga yang takut kembali ke dalam rumah. Selain itu, kebutuhan air bersih juga sangat penting karena sejumlah sumber air tertutup longsor," ujar Gubernur Anwar Hafid.

Dari lima desa yang dikunjungi, Desa Kamarora B menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Selain kerusakan bangunan, trauma pasca gempa masih dirasakan kuat oleh masyarakat. Bahkan terdapat seorang ibu yang terpaksa melahirkan di tenda darurat karena masih dihantui ketakutan akibat gempa besar yang pernah melanda Sulawesi Tengah pada tahun 2018 silam. Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera menyiapkan sekitar 550 unit tenda terpal, selimut, tenda portable dan berbagai bantuan logistik lainnya. Sebanyak kurang lebih 650 paket sembako juga disalurkan kepada warga terdampak.

Data sementara menunjukkan sekitar 550 kepala keluarga terdampak pada sektor perumahan. Namun sebagian besar warga memilih bertahan di sekitar rumah masing-masing dibanding mengungsi secara terpusat karena ingin menjaga harta benda mereka. Untuk menjawab kebutuhan air bersih, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulawesi Tengah telah diperintahkan menyalurkan bantuan air bersih setiap hari hingga sumber air masyarakat kembali berfungsi normal.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga mempercepat proses asesment kerusakan rumah. Tim gabungan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, balai teknis, BPBD dan BNPB telah diterjunkan untuk melakukan pendataan tingkat kerusakan bangunan, baik rusak ringan, sedang maupun berat. Hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi dasar penyaluran bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat terdampak. Usai meninjau Kecamatan Nokilalaki, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Ampera, Kecamatan Palolo.

Di lokasi ini, Gubernur berdialog langsung dengan masyarakat, tokoh agama, tenaga kesehatan serta pemerintah desa untuk menyerap berbagai aspirasi dan keluhan warga. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan bahwa selain satu korban meninggal dunia, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, di antaranya rumah ibadah, klinik kesehatan dan bangunan puskesmas pembantu. Beberapa warga juga masih bertahan di tenda-tenda darurat yang dibangun di pekarangan rumah masing-masing. Kepala desa setempat berharap pemerintah tetap memberikan perhatian kepada wilayah yang terdampak meskipun tingkat kerusakannya tidak sebesar wilayah lain. Sementara itu, salah seorang penyuluh pertanian yang bertugas di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki melaporkan bahwa sebagian besar gedung gereja di Desa Kamarora A dan Kamarora B mengalami kerusakan serius dan tidak dapat digunakan untuk sementara waktu. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Lembah Tongoa, Kecamatan Palolo yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses bantuan.


Masyarakat berharap pemerintah dapat menyediakan tenda ibadah sementara agar aktivitas keagamaan tetap dapat berlangsung sambil menunggu proses perbaikan bangunan gereja. Keluhan lain juga datang dari pihak klinik kesehatan di Desa Ampera. Kerusakan bangunan membuat tenaga kesehatan tidak berani merawat pasien di dalam gedung karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan pasien maupun petugas medis. Mereka berharap bantuan tenda kesehatan segera disalurkan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gubernur Anwar Hafid langsung memerintahkan percepatan distribusi bantuan ke Kecamatan Palolo, termasuk tenda darurat, selimut, kebutuhan bayi, logistik serta fasilitas penunjang pelayanan kesehatan. Ia juga meminta pemerintah kecamatan dan desa segera memperbarui data warga terdampak agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Menurut Gubernur, seluruh rumah yang mengalami kerusakan akan diverifikasi dan diasesment secara menyeluruh oleh tim teknis sehingga pemerintah dapat menentukan bentuk bantuan berdasarkan tingkat kerusakan masing-masing bangunan.

Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait gempa bumi. Ia menegaskan bahwa gempa merupakan fenomena alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah sehingga masyarakat diminta tidak terpancing isu-isu yang berkembang di media sosial maupun informasi yang mengaitkan bencana dengan hal-hal mistis.

Gubernur juga mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk terus berdoa serta menjaga solidaritas sosial selama masa tanggap darurat berlangsung. "Saya mengimbau masyarakat tetap waspada, tetapi tidak perlu panik. Berdasarkan informasi BMKG, intensitas gempa susulan terus menunjukkan tren melemah. Mudah-mudahan kondisi segera membaik dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal," ujarnya. Sementara itu, data sementara yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) mencatat satu orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Adapun jumlah penyintas serta total kerusakan bangunan masih terus diverifikasi oleh petugas di lapangan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sigi hingga saat ini terus melakukan kaji cepat, pendataan dan verifikasi di sejumlah desa terdampak guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Sigi, BNPB, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait memastikan penanganan darurat akan terus dilakukan secara maksimal hingga kondisi masyarakat kembali aman, pulih dan dapat beraktivitas seperti sediakala. (*) 



News Line
( Berita )Pasca Gempa Sigi, 550 KK Terdampak: Pemerintah Genjot B.. ( Berita )Bupati dan Wakil Bupati Sigi Pimpin Langsung Penanganan.. ( Berita )Workshop Integrasi RAD Disabililtas Perkuat Pembangunan.. ( Berita )Palu Juara Umum MTQ XXXI Sulteng, Rizal: Tidak Ada yang.. ( Berita )MTQ XXXI Sulteng Resmi Ditutup, Palu Kembali Juara Umum..