Kecamatan Gumbasa Rutinkan Gerakan BILAS Berbasis Kearifan Lokal demi Jaga Kebersihan Lingkungan

SIGI, - Semangat membangun lingkungan yang bersih, indah, lestari, aman, dan sejahtera mulai menggema di Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Pemerintah Kecamatan Gumbasa meluncurkan Gerakan BILAS (Bersih, Indah, Lestari, Aman, Sejahtera) sebagai upaya kolektif yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam menata lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di wilayah tersebut.

Gerakan yang digagas Camat Gumbasa, Afif Sunusi, itu menyasar tujuh desa, yakni Kalawara, Pandere, Pakuli Utara, Pakuli, Simoro, Omu, dan Tuva. Program tersebut diwujudkan melalui aksi bersih-bersih serentak yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga setempat.

Dalam kegiatan itu, masyarakat bersama aparat desa turun langsung membersihkan saluran drainase, mengangkut sampah yang menumpuk, serta menata fasilitas umum dan lingkungan permukiman di sepanjang jalan poros desa.

Afif Sunusi menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar lingkungan tetap terawat dan nyaman untuk ditinggali.

"Gerakan ini bukan hanya tentang membersihkan sampah. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun kesadaran bersama sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat Kaili sejak dahulu," ujar Afif pada media ini di Sigi, Sabtu malam, (19/9/2026).

Semangat BILAS juga dipadukan dengan nilai-nilai budaya lokal melalui konsep “Pakagali Pakagaya Ngata” yang dimaknai sebagai gerakan membersihkan dan memperindah kampung, serta “Pakagali Rara” yang mengandung makna membersihkan hati dan jiwa dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai putra asli Desa Pakuli, Afif mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya. Sejak dilantik sebagai Camat Gumbasa pada Oktober 2025, ia berkomitmen mendorong perubahan positif melalui berbagai program berbasis partisipasi masyarakat.

"Saya kembali ke Gumbasa bukan hanya untuk mengenang masa lalu. Saya ingin bekerja dan berbuat yang terbaik untuk membenahi wilayah ini bersama seluruh masyarakat," tegasnya.

Komitmen tersebut juga tercermin dari pesan yang disampaikan Afif kepada masyarakat setelah melihat sebuah video yang memperlihatkan sejumlah wisatawan memungut sampah di lokasi wisata yang bukan merupakan daerah asal mereka. Video yang diterimanya itu menjadi refleksi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di Gumbasa.

Menurut Afif, tindakan sederhana para pengunjung tersebut menunjukkan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, tanpa memandang status maupun asal daerah.

"Video itu bukan terjadi di Gumbasa. Namun, semangat yang ditunjukkan para pengunjung menjadi inspirasi dan pengingat bagi kita agar tidak membiarkan sampah berserakan di lingkungan kita sendiri," katanya.

Melalui Gerakan BILAS, Pemerintah Kecamatan Gumbasa tidak hanya menargetkan terciptanya lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga berupaya menjaga kelestarian alam, memperkuat rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Afif turut membaur bersama warga mengikuti aksi kebersihan di lapangan. Kehadirannya menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan perubahan yang dimulai dari lingkungan sekitar.

Gerakan tersebut juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antardesa. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh pemuda, serta berbagai unsur masyarakat terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Sebagai bentuk pendekatan budaya, Afif bahkan menciptakan lagu bertajuk “Pakagali Pakagaya Ngata, Pakagali Rara” yang kemudian diproduksi dalam format video lagu. Karya tersebut membawa pesan tentang kecintaan terhadap kampung halaman, kepedulian terhadap lingkungan, dan pentingnya menjaga persatuan masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Gumbasa berencana menjadikan gerakan kebersihan berbasis kearifan lokal tersebut sebagai agenda rutin bulanan. Langkah ini dilakukan agar semangat menjaga kebersihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya yang tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Melalui Gerakan BILAS, Kecamatan Gumbasa berharap lahir kesadaran kolektif bahwa kebersihan, kelestarian lingkungan, dan gotong royong merupakan fondasi penting dalam mewujudkan desa yang maju, nyaman, dan berkelanjutan. (*)

SUMBER : HUMAS PEMDA DISKOMINFO KABUPATEN SIGI



News Line
( Berita )Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, DPPPA Sigi Gel.. ( Berita )Kecamatan Gumbasa Rutinkan Gerakan BILAS Berbasis Keari.. ( Berita )Perkuat Budaya Gotong Royong, Warga Desa Tuva Sukseskan.. ( Berita )Memperkuat Gotong Royong, Gerakan Pakagali Pakagaya Nga.. ( Berita )Memperkuat Gotong Royong, Gerakan Pakagali Pakagaya Nga..