SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi menggandeng Badan Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ) untuk memperkuat kapasitas petani sekaligus mendorong kemandirian masyarakat di wilayah penyangga Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi, Afit Lamakarate, mengatakan kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam mengelola lahan secara mandiri serta ramah lingkungan.
Menurutnya, keterbatasan pemerintah daerah dalam menyediakan seluruh kebutuhan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan membuat kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting.
“Pemerintah daerah memiliki keterbatasan sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kekuatan utama. Bantuan dari GIZ Jerman ini sangat penting agar ke depan para petani dan pekebun di Sigi dapat mengelola lahan secara mandiri,” kata Afit di Kecamatan Palolo, Kamis.
Ia menjelaskan, kawasan yang berada di sekitar TNLL membutuhkan pendekatan pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Salah satu upaya yang didorong melalui pendampingan tersebut adalah peningkatan kemampuan petani dalam menerapkan teknologi serta pengetahuan pengelolaan perkebunan.
Transfer pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan tanpa memberikan tekanan terhadap ekosistem hutan.
Afit mengatakan, pendampingan kepada petani juga diarahkan untuk membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola hasil produksi sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan atau pihak lain.
“Tujuannya agar masyarakat bisa berdiri di atas kaki sendiri dalam mengembangkan sektor perkebunan. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kesejahteraan masyarakat meningkat dan kelestarian kawasan penyangga TNLL tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas petani tidak hanya berkaitan dengan produksi. Kemampuan mengelola hasil panen dan meningkatkan nilai tambah juga menjadi bagian penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.
Dengan demikian, pengembangan perkebunan di wilayah penyangga TNLL diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kawasan hutan.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor perkebunan berbasis potensi lokal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Ribuan Petani Mendapat Dukungan
Dukungan GIZ untuk pengembangan komoditas di Sulawesi Tengah telah mencakup berbagai bentuk kegiatan, terutama pada pengembangan komoditas kakao.
Data yang disampaikan menunjukkan terdapat 82 demplot kakao dan 118 nursery kakao yang telah dikembangkan.
Program tersebut juga telah menjangkau sekitar 9.492 petani penerima manfaat, disertai pengembangan 50.716 non-cocoa seedling.
Pemerintah Kabupaten Sigi berharap kolaborasi semacam ini dapat terus diperkuat sehingga petani memiliki kemampuan yang semakin baik dalam mengelola usaha perkebunan.
Penguatan kapasitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendukung upaya menjaga keberlanjutan kawasan penyangga Taman Nasional Lore Lindu.





