BMKG Perkuat Kesiapsiagaan Gempabumi di Sigi, Warga Didorong Pahami Risiko Bencana

SIGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Kabupaten Sigi dalam menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami.

Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Tahun 2026 yang digelar Stasiun Geofisika Kelas I Palu di Aula Kantor Bupati Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan mengangkat tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempabumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045”. Sejumlah unsur pemerintah, petugas kebencanaan, tenaga pendidik, masyarakat hingga media dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, mengatakan peningkatan kesiapsiagaan menjadi penting karena waktu dan lokasi terjadinya gempabumi tidak dapat diketahui secara pasti.

“Kita tidak pernah tahu gempa bumi itu terjadi di pagi hari, siang, atau malam. Sehingga kami mengharapkan kesiapsiagaan dari masyarakat sebelum terjadi, saat terjadi, dan setelah terjadi bencana gempa bumi itu benar-benar masyarakat sudah semakin siap,” ujarnya.

Menurut Cipto, kegiatan SLG merupakan bagian dari program BMKG yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman gempabumi.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai mitigasi bencana, tetapi juga dilatih melalui simulasi agar mampu mengambil keputusan dan menjalankan peran masing-masing ketika terjadi kondisi darurat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti Simulasi Gempabumi Kuat (Earthquake Drill) serta Table Top Exercise (TTX). Peserta TTX dibagi ke dalam beberapa kelompok, antara lain masyarakat, sekolah, BPBD, aparat, perangkat daerah terkait dan media.

Masing-masing kelompok menjalankan skenario sesuai tugas dan kapasitasnya. Simulasi tersebut bertujuan melatih koordinasi, komunikasi, pengambilan keputusan serta penyampaian informasi saat menghadapi kejadian gempabumi.

Selain simulasi, peserta memperoleh pembekalan mengenai kesiapsiagaan menghadapi gempabumi serta produk informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami.

Sigi Memiliki Sejumlah Alat Pemantauan Gempa

BMKG juga terus memperkuat sistem pemantauan aktivitas kegempaan di Kabupaten Sigi.

Djati Cipto menyebutkan terdapat sekitar dua hingga tiga perangkat pemantauan gempabumi yang berada di wilayah Sigi. Peralatan tersebut membantu BMKG memonitor aktivitas kegempaan yang terjadi di daerah tersebut.

“Di Sigi khususnya, ada kurang lebih dua sampai tiga alat. Jadi alat yang saat memang terjadi gempa, itu bisa termonitor di kantor kita,” katanya.

Namun, keberadaan alat pemantauan tidak menjadi satu-satunya faktor dalam menghadapi bencana. Informasi yang dihasilkan perlu dipahami oleh masyarakat agar dapat diikuti dengan tindakan yang tepat.

Hal tersebut menjadi penting karena gempabumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti kapan akan terjadi. Karena itu, sistem pemantauan harus berjalan beriringan dengan edukasi serta kesiapsiagaan masyarakat.

BPBD Dorong Edukasi Berkelanjutan

Kepala BPBD Kabupaten Sigi, Henri Kusuma, mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Lapang Gempabumi tersebut. Menurutnya, edukasi kebencanaan sangat dibutuhkan mengingat Sigi termasuk wilayah yang memiliki potensi ancaman gempabumi.

Henri mengatakan pengetahuan masyarakat mengenai kebencanaan harus terus diperbarui. Kesiapsiagaan tidak cukup dibangun melalui satu kegiatan, tetapi perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Namanya juga sekolah ya, kita sekolah sepanjang umur supaya kita pintar-pintarlah. Kita berharap teman-teman di sini bisa mengenal potensi bencana, bisa menyelamatkan diri, bahkan keluarga,” katanya.

Ia menilai kemampuan masyarakat untuk menyelamatkan diri dan keluarga harus menjadi bagian dari budaya kesiapsiagaan.

Masyarakat perlu mengetahui potensi risiko di lingkungan tempat tinggal, memahami jalur dan prosedur evakuasi serta mampu mengambil keputusan secara cepat ketika terjadi gempabumi.

BPBD Sigi juga akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BMKG, dalam meningkatkan pengetahuan kebencanaan masyarakat.

“Kita akan terus mengembangkan kolaborasi dengan stakeholder yang terkait dengan kebencanaan, secara khusus BMKG, supaya kita senantiasa diperkaya dengan pengetahuan-pengetahuan tentang kebencanaan,” ujar Henri.

Belajar dari Bencana 2018

Penguatan kesiapsiagaan di Sigi tidak terlepas dari pengalaman bencana besar yang melanda Sulawesi Tengah pada 2018.

Gempabumi kuat saat itu mengguncang Palu, Donggala, Sigi dan wilayah sekitarnya. Bencana tersebut kemudian diikuti tsunami serta fenomena likuifaksi di sejumlah kawasan.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kesiapan menghadapi bencana perlu dibangun jauh sebelum kejadian berlangsung.

Dalam SLG 2026, berbagai unsur dilibatkan, di antaranya BPBD, Basarnas, pemadam kebakaran, Dinas Sosial, TNI, Polri, Puskesmas, ORARI, RAPI, PMI, perangkat desa, pelajar, perguruan tinggi, Tagana, media serta pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan juga dilengkapi dengan papan informasi publik dan peta skenario tingkat guncangan untuk membantu peserta memahami potensi dampak gempabumi.

Pada akhir kegiatan, peserta bersama fasilitator menyusun sejumlah rekomendasi untuk memperkuat kapasitas mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.

Melalui kegiatan tersebut, BMKG dan pemerintah daerah berharap kemampuan seluruh unsur dalam menghadapi gempabumi semakin meningkat. Dengan kesiapan yang lebih baik, informasi dapat diterima dan disampaikan secara cepat, sementara masyarakat mengetahui tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana.

Penguatan sistem pemantauan, edukasi masyarakat dan koordinasi lintas sektor diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk mengurangi risiko korban maupun kerugian apabila bencana kembali terjadi.



News Line
( Berita )Perkuat Identitas Daerah, Bupati Sigi Tegaskan ASN Waji.. ( Berita )Pemkab Sigi Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyara.. ( Berita )Peringatan Maulid Nabi di Panti Asuhan Al Fatiha Sigi J.. ( Berita )Buka Bimtek Kader Posyandu, Bupati Sigi Dorong Peningka.. ( Berita )Sahkan Perda APBD Perubahan 2026, Pendapatan Daerah Kab..